Akui Diri
Sudah seberapa jauh kamu dari dirimu sendiri? Sampai-sampai tidak mengakui sedih sendiri. Sampai kebingungan apa penyebab nya sampai diri se-linglung ini.
Sudah berapa kebingungan yang ditumpuk? Bingung sedih karena apa. Bingung karena sudah terlalu banyak kebingungan yang membuat bingung.
Tawa yang tercipta karena kesenangan yang sementara atau karena kekal nya rasa bahagia?
Ternyata kekosongan yang selama ini ada di dada dan kepala, bukan karena tidak merasa ditemani, bukan karena tidak merasa diingini, namun karena tidak sadar diri sendiri sudah terlalu jauh ditinggal pergi.
Kadang sibuk mencari kenyamanan di tempat yang jauh, sampai lupa nyaman sama diri sendiri. Sibuk cari validasi kesana-kesini, padahal obatnya cuma ada di diri sendiri.
Aneh ya? Motivasi banyak orang rasanya semakin menyudutkan.
Bukan karena mereka tidak peduli, tapi karena dirimu sendiri yang menolak berdiri.
Alih-alih membangkitkan diri sendiri, malah sibuk menyalahkan oranglain.
Kalau belum bisa terima isi kepala sendiri, kalau belum bisa berdamai dengan diri sendiri, jangan paksa orang lain untuk mengerti.
Orang lain pun sama bingung nya seperti kamu.
Jadi, apapun yang sedang terjadi dalam diri, terima dan akui.
Jangah dulu meminta orang lain mengerti.
Jangan lari. Jangan menuntut rasa mengerti orang lain sebagai obat. Jangan cari obatnya di orang lain.
Temui diri sendiri. Peluk. Ajak diskusi. Akui.
Oiya, terimakasih ya sudah kuat sampai hari ini. Sebelum berterimakasih sama orang lain, berterimakasih dulu sama diri sendiri, ya? Xoxo
Komentar
Posting Komentar